Sabtu, 21 Agustus 2010

MENGASIHI SESAMA

Hukum utama yang diajarkan oleh Yesus adalah hukum kasih yakni:

1.Kasihilah Tuhan Allahmu dengan...
2.Kasihilah sesama mu manusia seperti dirimu sendiri.
(markus 12:30-31)
Kenapa harus mengasihi sesama manusia?

Mengasihi sesama manusia adalah perwujutan nyata dari mengasihi Tuhan Allah.
Hal inilah yang digambarkan dalam simbol SALIB KRISTUS. Palang vertical menunjukan hubungan kasih kepada Tuhan Allah. Palang horizontal menggambarkan hubungan kasih sesama manusia.

Menurut pengajaran Yesus inilah hukum yang utama,dan mencakup semua isi kitab suci.Inti dari isi semua kitab suci adalah hukum kasih ini. Jadi adalah merupakan kewajiban bagi pengikut Yesus untuk mengamalkan kedua hukum kasih ini dalam hidupnya.

Bagaimanakah cara mengasihi sesama mmanusia?

Pertama adalah bahwa yang harus dikasihi adalah semua manusia, tanpa membedakan status sosia. Tidak membedakan ras,kebangsaan, asalusul,maupun agama yang dianut oleh seseorang.

Kedua, sesama manusia harus diperlakukan seperti diri sendiri, artinya kita harus mepunyai rasa empati dan simpati kepada orang lain. Kalau kita tidak senang disakiti, maka tentu orang lain juga tidak kita sakiti. Kalau kita senang di"orang"kan, maka kitapun harus meng"orang"kan orang lain.Yesus berkata:segala sesuatu yang kamu kehendaki orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi"(mat.7:12 )

Ketiga, mengasihi berarti memiliki rasa sayang, atau rasa cinta. Kasih sendiri mencakup beberapa nilai antara lain: panjang sabar, tidak iri,tidak mementingkan kepentingan sendiri, hormat, mengampuni,tidak dendam Intinya kalau mengasihi berarti berfikir dan bertindak positif. Kita tidak merancangkan hal hal yang negatif pada orang lain. Begitu juga kita tidak bertindak merugikan orang lain.

Aplikasi dari hal mengasihi sesama, dimulai dari keluarga sendiri.Suami mengasihi istri dan sebaliknya. Orangtua mengasihi anakanaknnya dan sebaliknya. Kakak mengasihi adikmya dan sebaliknya. Dari keluarga mengalir mengasihi tetangga., lingkungan, teman sekerja dan seterusnya sampai masyarakat luas, bahkan yang tidak kita kenal sekalipun. Seperti contoh yan diberikan oleh Tuhan Yesus dalam:mat 5:44 tentang seorang Yahudi yg dirampok tergeletak dipinggir jalan. Imam lewat tidak menolong. Orang Levi lewat juga menghindar. Akhirnya yg menolong malah orang samaria, yg notabene dipandang rendah oleh orang Yahudi.

Lalu dimana hubungan mengasihi sesama dengan mengasihi Tuhan Allah?

Pertama, manusia diciptakan sebagai CITRA Allah. (kej 1:26-27) Jadi kalau kita mengasihi Tuhan Allah tentulah kita harus mengasihi Citranya. Lagipula, kalau kita mengaku sebagai citra Allah, tentu kita mengasihi apa saja yang dikasihi olehNya. Tuhan Allah mengasihi manusia seperti terdapat dalah Injil Yohanes psl 3:16.

Kedua, Yesus yang adalah Allah berkata: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini,kamu telah melakukannya untuk Aku. (mat 25:35-40 ).

Jadi bukti bahwa kita mengasihi Tuhan Allah, tercermin dalam tindakan kita seharihari dalam relasi kepada sesama manusia. Orang yang kelihatannya mengasihi Tuhan Allah dengan rajin beribadah, tekun berdoa, tapi dalam hidup seharihari tidak mengasihi sesama, adalah munafik. Dan hal seperti itu tidak disukai oleh Tuhan.

Karena itu, setiap orang yang menyebut pengikut Yesus, hendaknyalah melakukan kedua hukum kasih itu secara bersamaan dan berimbang. Karena itulah Hukum utama dan terutama yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk pedoman hidup bagi pengikutNya.

Tuhan Yesus menolong kita. Amin

Selasa, 27 Juli 2010

GEREJA DITUTUP?

Peristiwa penutupan dan perusakan gedung gereja di tanah air tercinta sudah terlalu sering kita dengar. Sehingga kalau ada kejadian yang baru lagi sepertinya tidak membuat orang kaget .

Kejadian penutupan/perusakan gedung gereja tidak terbatas didalam satu wilayah pemerintahan daerah saja, tapi meliputi beberapa wilayah Kabupaten/Kota bahkan beberapa wilayah Propinsi.

Berbagai macam alasan yang dikemukakan oleh pihak yang menutup/merusak untuk pembenaran tindakan mereka yang sebenarnya tdak dibolehkan secara hukum. tapi apakah artinya Hukum jika tanpa ada itikad untuk menegakkannya?. Atau kalaupun ada itikad menegakkan, tapi tidak punya kemampuan melaksanakan?

Apapun alasan yang dikemukakan, yang pasti adalah mereka tidak suka dengan keberadaan Gedung Gereja di tempat tesebut. Lalu bagaimana respon orang percaya seharusnnya?

1.Pertama harus dibedakan antara Gedung Gereja dengan Gereja.
Gedung gereja adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan dari suatu organisasi suatu Gereja, misal: kebaktian, latihan kor. pendalaman alkitab dan lainlain. Sedangkan Gereja adalah "persekutuan orang orang percaya "yang merupakan Tubuh Kristus di dunia ini "Gereja" tidak tergantung sama sekali kepada "Gedung" Ada atau tidak ada Gedung, Gereja tetap ada. Kalau Gedung Gereja bisa ditutup/dirusak. tidak demikian dengan Gereja. Gereja tidak bisa ditutup/dirusak.

2.Kedua orang percaya harus bercermin kepada Alkitab/kehendak Allah.
Kalau kita pelajari alkitab dari perjanjian lama sampai perjanjian baru kita akan mendapati Allah tidak terlalu merisaukan soal gedung/bangunan gereja/bait Allah. Lihatlah bait Allah yang dibangun dengan megahnya oleh raja Salomo, dibiarkan hancur berkeping keping rata dengan tanah. Yang diperlukan oleh Allah adalah jiwa jiwa yang diselamatkan yaitu Gerejanya. Jadi kalaupun ada penutupan/perusakan gedung gereja bagi Allah tidak penting. Bahkan bisa saja itu memang diperkenan untuk membawa kita kepada kehendak Allah yang sesungguhnya.

Pelajaran berikut yang bisa kita dapati adalah Allah akan menghajar umatnya dengan berbagai cara agar umatnya berjalan sesuai dengan kehendakNya. Kita lihat misalnya bagaimana Allah menghajar umat pilihan-israel-yang karena sering tak setia, dihajar bahkan dengan memakai tangan raja/bangsa kafir. Mereka dibuang, dijajah. ditindas, agar umat kembali kejalan Allah.

Begitu juga dapat kita pelajari kisah Nabi Junus, yang ditugaskan Allah ke kota Ninive menyampaikan pesan Allah. Ketika Junus mencoba menghindar dari tugasnya Allah bertindak hingga Junus ditelan Ikan di laut. Akirnya Junus tobat dan berangkat ke Ninive melaksanakan tugasnya.

Juga harus kita ingat pernyataan Rasul Paulus bahwa kita bukan perang melawan darah dan daging, melainkan melawan penguasa penguasa di udara. Peperangan rohani harus dihadapi secara rohani. Yang nampak dalam fakta kedagingan hanya sebagai cerminan peperangan rohani itu.

Sekarang giliran kita orng percaya merenung: apa kita sebagai Gereja Tuhan sudah berjalan sebagaimana kehendak Allah? Kehendak Allah dapat kita lihat antara lain ;

a.Dalam Amanat Agung Tuhan Yesus.
b.Dalam "Doa Bapa Kami"
c.Hukum baru yaitu supaya saling mengasihi
d.Mengasihi orang kecil/lemah sebagai ujud mengasihi Yesus.

Jangan jangan apa yang kita alami di Indonesia sekarang ini adalah cara Allah mengajar menuntun kita agar menyesuaikan rencana kerja kita kepada rencana/ kehendak Allah tersebut.

Selamat berenung, semoga mendapat jawaban yang benar.

Sabtu, 17 Juli 2010

iman itu harus dibangun

Setiap orang masingmasing memiliki iman yang dianugrahkan oleh ALLAH TUHAN yang mahakuasa. namun agar iman itu bertumbuh menjadi lebih kuat dan dewasa, perlu diberi makanan iman, yaitu FIRMAN.

Firman adalah sabda ALLAH yang terdapat dalam kitab suci, yang penulisannya diilhami oleh ROHKUDUS. Melalui hamba hambaNYA ALLAH menyamapaikan FIRMAN yang menjadi tuntunan bagi umat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dibumi ini. Baik dalam relasi manusia dengan CHALIKNYA maupun dalam relasi antar manusia.

Selama manusia berada dalam dunia, ia akan mengadapi berbagai masalah, yang dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi. Konsekuensi yang diperoleh bergantung kepada sikap dan tindakan yang dia ambil sebagai solusi atas masalah yg dia hadapi.

Sikap dan tindakan yang diambil banyak dipengaruhi iman dari orang yang bersangkutan. Semakin dewasa/kuat imannya akan semakin positip sikap dan tindakan yang diambil, sehingga dampak dari tindakannya pun akan bersifat positip. Dan sebaliknya jika imannya masih lemah akan lemah pula sikap dan tindakannya sehingga cenderung negatip.

Karena itu setiap insan perlu setiap hari makan makanan rohani berupa FIRMAN TUHAN agar IMAN nya bertumbuh dan tambah kuat sehingga dapat bersikap dan bertindak positip didalam menghadapi setiap masalah. Dengan begitu dia akan dapat menyumbang sesuatu yang baik bagi masyarakat, bangsa dan negaranya.