Minggu, 14 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN PENGKOTBAH 11:6

“Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan jangan memberi istirahat kepada tanganmu pada petanghari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yg akan berhasil, atau keduaduanya sama baik”

Pengkotbah yakin betul bahwa penabur tidak tahu benih yg mana yg akan berhasil. Karena yg membuat benih itu tumbuh bukan penabur melainkan Allah. Maka penabur diminta untuk terus menabur dari pagi hingga petang.

Banyak diantara kita berdalih soal waktu. Kalau ditawarin kerja pelayanan, beralasan ini dan itu. Ada yg beralasan: ah aku masih terlalu muda. Nantilah kalau sudah lebih tua sedikit. Mau berbuat baik, ah nanti nanti aja dah….. masih muda. Nikmati dululah masa muda. Berbuat baik itu nanti kalo sudah tua. Kan masih banyak waktu.

Saudaraku, pengkhotbah menasehati menabur mulai”pagi” hingga “petang” tidak berhenti. Kenapa? Karena kita tidak tahu apa masih ada waktu”nanti” Yang punya waktu adalah Allah. Kita sama sekali tak berkuasa atas waktu. Kita hanya dapat memanfaatkan waktu yg masih ada.

Karena itu saudaraku, jangan tunggu “nanti”.Sekaranglah waktunya untuk menabur agar kita dapat tuaian pada waktunya. Sekaranglah waktunya”memberikan senyum” kepada orang lain. Sekaranglah waktunya”meminta maaf” kepada orang lain,jangan tunggu samapai Natal atau Tahun Baru.

Sekaranglah waktunya “memaafkan “ orang lain. Sekaranglah waktunya memberi”pertolongan”kepada orang yg patut ditolong. Sekaranglah waktunya menunjukkan “kasih” kepada sesama. Sekaranglah, waktunya mendidik anak anak. Sekaranglah waktunya mengasihi orang tua. Sekaranglah waktunya berbuat ini dan itu. Sekaranglah………………jangan tunda………

Glory Halleluyah.

Kamis, 11 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN KEJ.18:19

“Sebab AKU telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya, supaya tetap hidup menurut jalan yg ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yg dijanjikanNYA”.

Ayat renungan ini adalah bagian dari perikop “doa syafaat Abraham untuk Sodom” yg akan dihukum oleh ALLAH. Dan merupakan “monolog” Allah (tritunggal) mengenai perlu tidaknya rencana penghukuman sodom diberitahukan kepada Abraham.(ayat 17-18)

Akhirnya memang Allah memberitahukan.(ayat 20-21). Dalam monolog tersebut terdapat unusur unsur pertimbangan dan maksud ALLAH memberitahu Abraham akan rencana itu yakni:

1.Tuhan telah memilih Abraham jadi moyang bangsa yg besar,diberkati dan memberkati bangsabangsa.

2.Agar Abraham tahu alasan penghukuman dan akibatnya

3.Supaya Abraham memerintahkan anak-anaknya dan keturunannya hidup dalam jalan TUHAN.

4.Hidup dalam jalan TUHAN berarti melakukan kebenaran dan keadilan.

5.Memenuhi janji ALLAH kepada Abraham.

Saudaraku yg kekasih dalam Tuhan Yesus. Abraham dipilih dan diberkati untuk menjadi berkat bagi bangsa bangsda. Kita sebagai umat percaya yg ditebus dg harga sangat mahal “darah Yesus” dipanggil dan diberkati agar menjadi berkat. Sudah kah kita menjadi berkat? Kalau belum ayo segera kita berubah agar kita menjadi berkat bagi orang lain.

Abraham tahu alasan penghukuman Sodom dari Allah dalam dialognya dg Allah. Kita mengetahui hukum “tabur tuai” dari Firman Tuhan dalam Alkitab. Mari kita dalami pengetahuan kita atas isi Alkitab agar kita makin tuhu kehendak Tuhan.

Abraham diminta memerintahkan anak dan keturunannya melaksanakan Firman Tuhan. Kita umat percaya diminta oleh Tuhan Yesus mengikuti ajarannya dan mengajarkan demikian kepada anak dan keturunan kita.Sudahkah kita lakukan?

Hidup dalam jalan Tuhan berarti melakukan kebenaran dan keadilan. Kaum Farisi yg ahli hukum Taurat dicela Tuhan Yesus karena mereka paham jalan Tuhan tapi tidak melakukan kebenaran dan keadilan. Iman itu harus membuahkan kebenaran dan keadilan. Bukti Iman adalah perbuatan.Sudahkah kita berbuah? Pohon yg tidak berbuah akan ditebang lo.!

Allah memenuhi janji kepada Abraham. Tuhan Yesus pun memenuhi janji kepada umat percaya. DIA akan tetap menyertai umatnya sampai dangan kesudahan dunia.Dia telah mencurahkan ROHKUDUS sesuai janjiNYA.Apakah kita setia memnuhi janji kita? Setia pd janji pernikahan?. Memenuhi janji ketika anak kita di baptis?

Karena itu Saudaraku, marilah tekun dalam pengajaran Firman Tuhan. Iman bertumbuh dari pendengaran Firman Tuhan. Dengan begitu kita akan bertumbuh dan diubahkan menjadi manusia “ciptaan baru”. Dan berbuah kebenaran dan keadilan. Tuhan setia atas janjiNYA. Puji Tuhan

Rabu, 10 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN Amsal 29: 17

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu”

Dari pengamatan Salomo, ternyata pendidikan punya korelasi positip kepada karakter orang. Jika anak memperoleh didikan yang baik/benar dari orangtua, maka anak itu akan berkarakter yang baik. Si anak akan membawa ketenteraman dan sukacita bagi orang tuanya. Itu makanya Salomo menganjurkan dalam amsal ini agar setiap orangtua mendidik anaknya.

Pendidikan adalah suatu proses terus menerus untuk membangun karakter yang baik anak didik. Anak didik menerima pendidikan melalui telinga dan mata. Melalui telinga ia mendengar ajaran verbal. Melalui mata ia melihat teladan yang kita berikan seharihari.

Ajaran verbal berupa aturan/hukum , etika, adat istiadat, terutama Firman Tuhan. Keteladanan merupakan contoh perilaku hidup kita sehari hari yang dia copypaste/tiru. Keteladanan ini meliputi kedisplinan waktu, tutur kata, sikap hormat, praktek mengasihi orang lain, praktek keimanan kepada Tuhan.

Sekarang banyak orang tua kurang melakukan pendidikan yg benar kepada anaknya. Mereka tidak menyediakan waktu untuk memberikan ajaran yg baik. Mereka tidak memberi keteladanan hidup bagaimana pola hidup orang percaya . Akibatnya??? Kecewa mendapati anaknya tidak sesuai harapan. Suka marah, suka tawuran, tidak sopan, suka mabuk, malas belajar, bahkan jatuh dalam narkoba.

Karena itu saudaraku, mari mulai sekarang siapkan anak kita dengan mendidik mereka dg didikan yg benar, antara lain:

a)Ajak mereka membaca/mendengar Firman Tuhan.Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman Tuhan.

b).Biasakan melakukan saat teduh bersama, pagi atau malam hari.

c)Bawa dalam persekutuan jemaat: memuji Tuhan dan dengar Firman.Saling menguatkan dan sosialisasi.

d)Berikan keteladanan hidup: ramah pada semua orang, sopan, menghormati org lain, mengasihi ,murah hati,sabar, suka memaafkan, disiplin, menghargai waktu, dlsb.

Dengan melakukan didikan yg benar mereka akan bertumbuh menjadi anak yg berkarakter baik. Mereka akan membawa ketenteraman dalam keluarga. Mereka akan mebawa sukacita bagi orang tua dan masyarakat. Puji Tuhan Halleluyah.

Selasa, 09 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN Yudas 1:23

“......selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api.Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yg disertai ketakutan kepada orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yg dicemarkan oleh keinginan keinginan dosa”......

Saudaraku yang kekasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Saat Yudas menulis surat penggembalaan ini,kepada Jemaat mulamula, sedang berkembang ajaran sesat. Telah muncul mesias-mesias /nabi-nabi palsu dengan ajaran menyesatkan (Mat.24:24). Banyak anggota Jemaat menjadi ragu ragu-goyah imannya.(ayat 22).

Karena itu para Penatua dan anggota jemaat lainnya diminta untuk berbuat sesuatu. Mereka diminta untuk menyelamatkan yang ragu ragu dg merampas mereka dari apai(neraka). Dan juga dengan menunjukkan rasa kasih, serta menjaga diri dg membeci perilaku(pakaian tercemar) mereka yg dicemari keinginan keinginan dosa.

Saudaraku, sekarang ini juga disekitar kita banyak mesias-mesias/nabi-nabi palsu dg ajaran sesat. Mereka berasal darI tengah tengah kita. Banyak saudara kita menjadi ragu/lemah imannya. Ajaran sesat itu didorong oleh keinginan keinginan dosa. Keinginan menjadi sama dengan dunia ini. Ingin menjadi kaya dg menghalalkan segala cara. Ingin hidup berfoya foya. Bersenang senang. Mencintai dunia lebih darpada Allah.Melakukan pertengkaran/pecah belah. dan banyak lagi..

Kita sebagai pengikut Yesus wajib menolong mereka. Kita selamatkan mereka dg merampas mereka dar api. Bagaimana caranya?

1).Menunjukkan belas kasihan. Kita dekati/rangkul mereka. Kita tunjukkan bahwa kita mengasihi mereka dg tulus. Kita nyatakan bahwa Kristus mengasihi mereka. Dengan begitu mereka akan merasakan kehangatan dan damai sejahtra Allah menaungi hati dan fikiran mereka.

2).Menyampaikan Firman Tuha yang benar. Bukan dengan perkataan menurut fikiran kita(filsafat dunia). Tetapi Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab. Karena Iman bertumbuh dari pendengaran akan Firman Tuhan.

3).Memberi keteladanan. Kita harus menjadi teladan bagi mereka. Seperti Yesus menjadi teladan bagi kita semua. Teladan dalam bertutur kata. Teladan dalam bersikap/ramah tamah.Teladan dalam perilakujujur. Teladan dalam kepemimpinan/melayani bukan dilayani. Menjadi teladan bagi Istri dan anak anak. Teladan bagi lingkungan/tetangga. Teladan bagi sesama jemaat. Keteladanan hidup jauh lebih kuat darpada khotbah.(2 Tim2:14-26)

Mari selamatkan mereka yang lemah/raguragu dari ancaman hukuman api, dg mengasihi mereka dan memberi keteladanan sebagaimana Tuhan Yesus yang kita teladani. Glory Halleluyah.i

Senin, 08 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN 2 Tim.4:17a

“…tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan…….”

Pernyataan Rasul Paulus ini sungguh satu inspirasi dan teladan luar biasa.Sebagai seorang berpendidikan tinggi dan ahli dalam hukum Taurat, dia ikut Yesus. Dia merespon panggilan Tuhan Yesus dg menanggal kan segala sesuatu yg melekat atas posisinya di kelompok Farisi. Dan sekarang setelah mencapai banyak hal dalam peng-Injil-an, dia berkata seperti itu.

Dia mengorbankan segala sesuatu yg ada padanya. Jiwa raga, harta benda dan waktu seluruhnya di pertaruhkan untuk pekabaran Injil. Tapi dia dengan rendah hati menyatakan bahwa semua yg dia capai hanya karena pendampingan dan kekuatan Tuhan.

Sekarang ini banyak orang yg tidak lagi mengakui peran Tuhan dalam hidupnya. Dengan sombong nya mereka mengaku sukses yg dicapai karena kebolehannya. Berhasil dalam bisnis karena kelihayannya. Berhasil mencapai pendidikan tinggi karena otaknya. Mencapai jabatan/karir gemilang karena kehebatannya.Benarkah itu?. Lupa bahwa diluar Tuhan mereka tak bisa berbuat apa apa. Tanpa perkenan Tuhan kita habiiiiissssssss (Luk.12:20).

Karena itu saudaraku, mari kita contoh Rasul Paulus. Semua kita yg capai sampai sejauh ini adalah karena perkenan Tuhan. Mengucap syukurlah kepada Tuhan atas segala hal yg kita telah terima. Mari kita akui penyertaan Tuhan. Mari rendahkan diri dihadapan Tuhan-seperti Paulus- dan Tuhan akan meninggikan kita (jak.4:10) Puji Tuhan Halleluyah, Amin.