Minggu, 07 November 2010

RENUNGAN HARIAN

RENUNGAN HARIAN MAT.28;19-20

‘….JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURIDKU …..DAN AJARLAH MEREKA MELAKUKAN SEGALA SESUATU YANG TELAH KUPERINTAHKAN…….”

Ketika pekerjaan pembangunan jembatan “suramadu” dilakukan seseorang mengajukan pertanyaan kepada 3 orang tukang. Pertanyaannya sama. Jawaban yg diterima ternyata berbeda. Pertanyaanya begini: “ Bapak sedang ngapain”.

Tukang 1, sambil berfikir”sudah lihat ko tanya?”: sedang pasang pondasi mas. Bapak ini bicara apa adanya. Jujur dan Realistis,memang mereka sedang pasang pondasi jembatan.

Tukang 2 menjawab sambil seka keringat: lagi cari nafkah untuk anak isteri Mas katanya. Dia menjawab sambil bayangkan anak isteri menunggu uang hasil kerjanya untuk biaya hidup. Jujur, realistis dan pragmatis. Dia memang bekerja demi mendapat upah guna menafkahi keluarga.

Tukang 3, sambil memandang jauh menyeberang laut, berkata: kami sedang membangun jembatan raksasa yang memudahkan perhubungan masyarakat dari Madura-Surabaya dan sebaliknya. Jawaban yang memandang jauh kedepan. Jawaban yang idealistis. Dia tidak sekedar pasang pondasi. Tidak sekedar cari nafkah. Tapi sadar bahwa betapapun kecilnya peranannya, berguna untuk suatu hal yg besar bagi masyarakat.

Begitulah yang dilakukan para Murid Yesus pada awalnya.Mereka tidak sekedar bekerja. Apalagi untuk cari nafkah. Mereka bekerja atas dasar idealis. Idealisnya membangun kerajaan Allah di bumi. Membawa kabar keselamatan bagi semua orang yg mau percaya.

Masing masing mereka berbuat sesuatu menurut talenta yg mereka miliki untuk mendatangkan “kerajaan Allah” di bumi. Dari 12 murid pada awalnya, sekarang sudah menjadi jutaan murid disegala penjuru dunia.

Kita diajarkan berdoa:……..datanglha KerjaanMU……dst. Yang melaksanakan pekerjaan itu adalah kita sebagai “tubuh Kristus”. Tuhan menyetai dan memberkati. Sudah kah kita ambil bagian dalam mendatangkan kerajaanNya?. Sekecil apapun talenta yang kita miliki, itu kita persebahkan untuk Tuhan. Tidak ada yg terlalu kecil untuk pekerjaan Tuhan. Semua dapat dipakai Tuhan untuk meluaskan kerajaannya. Mau?????..........................

Kiranya Tuhan menolong kita.

Sabtu, 06 November 2010

RENUNGAN HARIAN

1 KOR.9[16

Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil”

Rasul Paulus adalah seorang tokoh Yahudi dari sekte Farisi . Dia sangat aktip mengejar dan menganiaya pengikut Yesus. Tapi dalam aksinya mengejar ke Damaskus, dia ditangkap oleh Roh Tuhan Yesus. Dia merespon panggilan itu dan menjadi pengikut Yesus bahkan jadi Rasul. Setelah mengalami berbagai hal dalam pelayanannya, dia sampai kepada level yg begitu tinggi. Dia berkata mati atau hidup ku adalah untuk Kristus Yesus.

Pernyataan itu di dorong oleh kesadaran betapa besar anugrah yg dia terima. Dia diampuni dosanya. Diberi keselamatan bahkan diangkat jadi salah satu Rasul Kristus. Karena itu dia merasa berhutang untuk memberitakan Injil. Sampai berkata “celaka” kalau tidak beritakan Injil. Dia bahkan tidak bermegah atas pekerjaannya itu.

Apakah kita merasa telah memperoleh anugrah keselamatan dari Kristus?. Apakah kita sudah bersyukur karena kita menerima keselamatan itu? Apakah kita merasa berhutang untuk beritakan Injil seperti Paulus?. Kalau kita sudah pernah memberitakan Injil, apakah kita bermegah karena itu.

Mari kita teladani Rasul Paulus. Kita tak perlu bermegah karena memberitakan Injil. Apakah kita seoarang Pendeta, atau seorang Evangelis, atau Penatua atau pekerja gereja yg lain. Semua yg kita kerjakan itu tidak sebanding dg anugrah yg telah kita terima.

Marilah kita makin bergiat memberitakan Injil sesuai dg talenta kita masing masing. Memberitakan Injil tidak harus dg Khotbah. Beritakan lah melalui gaya hidup kita yg Kristiani. Kita jadikan Kristen itu sebagai “way of life” sehari hari. Orang lain akan membaca kita sebagai surat Kristus yg terbuka. Puji Tuhan


Kamis, 04 November 2010

RENUNGAN HARIAN GAL.6:1

RENUNGAN HARIAN GAL.6:1

Saudara=saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu kejalan yg benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”

Dari nasehat Rasul Paulus ini, kita dapat menarik beberapa hal penting antara lain:

1.Bahwa ada kalanya orang percaya jatuh dalam pencobaan, berbuat dosa. Tidak seperti sangkaan banyak orang kalau sudah di babtis semuanya sudah ok. Masih perlu berjuang.

2.Tingkat ke-Imanan orang percaya berbeda. Ada yang lebih rohani.

3.Yang lebih rohani wajib membimbing yg lemah yg jatuh dalam pencobaan agar bangkit kembali. Dibimbing ke jalan yg benar dalam roh lemah lembut. Bukan dihakimi seperti yg dilakukan banyak orang. Tidak dijauhi, tapi dirangkul dalam kasih. Tuhan Yesus sendiri berkata:”Bukan orang sehat yg memerlukan tabib, tetapi orng sakit(Mat.9:12)

4.Yang lebih rohani juga harus sambil jaga diri sendiri agar tidak jatuh dalam pencobaan.

Itulah pentingnya persekutuan orang percaya. Saling mengingatkan. Saling mendoakan. Saling menghiburkan dikala duka. Sebab pencobaan dapat datang kapan saja tanpa diundang. Dapat menimpa siapa saja kapan saja dimana saja.

Karena itu kita harus tetap waspada. Tekun membaca Firman Tuhan. Rajin menghadiri persekutuan. Selalu mengucap syukur dalam segala hal. Dan bertolong tolongan dalam kasih. Puji Tuhan Halleluyah.

RENUNGAN HARIAN 1 KOR.15:58

RENUNGAN HARIAN 1 KORINT 15:58

Karena itu, saudara-saudaraku yg kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu,bahwa dalam persekutuan dg Tuhan,jerih payahmu tidak siasia.”

Nats renungan ini adalah kata penutup dan kesimpulan dalam pasal 15 . Perikop ini membicarakan hal kebangkitan daging dari kematian.Rupanya ketika itu berkembang paham /ajaran yg tak percaya adanya kebangkitan orang mati.Memang dalam mashab Yahudipun ada golongan (Saduki) yg tak percaya adanya kebangkitan orang mati.

Karena itu Rasul Paulus menguraikan lagi panjang lebar tentang hal tersebut. Diuraikan bahwa Yesus sunguh sungguh mati disalibkan. Dikuburkan. Tapi pada hari ketiga bangkit kembali dari kubur. Menampakkan diri kepada para pengikut dan para Rasul sebelum naik ke sorga. Maka diminta agar mereka tidak goyah dan berdiri teguh dalam Iman. Bergiat dalam persekutuan.

Sekarang ini pun masih ada paham/ajaran yang tidak menerima bahwa Yesus Anak Allah. Banyak yg tidak menerima bahwa Yesus mati di kayu salib. Juga banyak yg tidak percaya bahwa Yesus bangkit dan naik ke sorga. Apa yg ditegaskan Rasul Paulus dalam perikop ini, oleh Bapa –Bapa gereja mula-mula telah dirumuskan dalam bentuk”pengakuan Iman Rasuli”

Dengan rumusan Pengakuan Iman Rasuli ini, kita menolak semua paham dan ajaran yg tidak sesuai. Karena itu kita tetaplah berdiri teguh dg Iman itu, bergiat dalam persekutuan, karena semua jerih kita tidak sia-sia. Piala kemenangan akan diberikan kepada yg bertahan hingga akhirnya.Dan Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir zaman.

Glory Halleluayh.

Rabu, 03 November 2010

RENUNGAN HARIAN -INDONESIA MENANGIS

RENUNGAN HARIAN RUM.12:15

“BERSUKACITALAH DG ORG YG BERSUKACITA, DAN MENANGISLAH DG ORG YG MENANGIS”

Indonesia berdukacita. Seluruh bangsa menangis.. Berlinang airmata karena bencana Wasior, Mentawai dan Merapi Yogya.Ratusan orang meninggal. Labih banyak lagi yg belum diketemukan. Ratusan keluarga hidup dalam pengungsian. Anak jadi yatim piatu. Istri kehilangan suami. Suami kehilangan Istri. Orangtua kehilangan anak. Mengalami goncangan jiwa yg berat. Kehilangan harta benda. Masadepan jadi suram.

Kejadian ini menyadarkan kita, betapa kecil dan tak berdayanya manusia dihadapan alam raya. Apalagi dihadapan Allah Chalik langit dan bumi. Tapi manusia sering lupa diri. Jadi sombong atas capaiannya. Bertindak sukasuka. Menguras alam dg rakusnya untuk memuaskan nafsu dunianya. Lupa pada pesan Tuhan untuk mengelola alam dengan baik.

Sebagai umat percaya, ini saatnya kita buktikan kasih dengan perbuatan nyata. Seperti kata Rasul Paulus, menangislah dg org yg menangis. Ada kebersamaan. Ada rasa simpati. Ada rasa empaty bagi saudara kita yg mengalami penderitaan. Tuhan Yesus berkata:” kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Itulah hukum utama bersama dengan “mengasihi Tuhan Allah”.

Mari kita buktikan kasih itu dangan perbuatan. Banyak hal yg mereka butuhkan meringankan beban ini. Sebanyak itu pula yg dapat kita perbuat. Mereka butuh makanan dan minuman. Butuh pakaian. Butuh tempat berteduh. Butuh penghiburan. Butuh peneguhan Iman. Anak anak butuh pendidikan dan banyak lagi yg mereka perlu.

Kita bisa member bantuan doa. Bisa member bantuan tenaga sukarelawan. Bisa memberi sumbangan dana. Banyak saluran yang tersedia untuk itu. Melalui dompet di Radio, Masmedia Cetak, Masmedia Elektronik seperti TV. Mari buka mata, buka hati dan buka dompet kita. Tuhan memberkati. Amin,Amin,Amin.

Senin, 01 November 2010

RENUNGAN HARIAN YOHANES 14:6

RENUNGAN HARIAN YOHANES 14:6

“AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP.TIDAK ADA SEORANGPUN YG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU”

Dalam suatu perjalanan dg tujuan tertentu kita membutuhka suatu petunjuk jalan. Apalagi ditempat persimpangan jalan, papan penunjuk jalan mutlak diperlukan. Tanpa penunjuk jalan maka kita akan salah jalan dan tersesat. Tidak sampai ke tujuan.

Demikian juga halnya dalam perjalanan rohani. Masih sangat banyak orang yang belum menemukan jalan ke kehidupan kekal. Orang ingin masuk ke sorga tapi mereka belum menemukan jalan yg benar.Banyak berpikir semua jalan bisa. Banyak jalan menuju Roma katanya. Padahal Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan hanya Dia jalan dan kebenaran dan hidup.

Agar supaya orang dapat menemukan jalan itu, diperlukan penunjuk jalan. Semakin banyak penunjuk jalan, semakin cepat orang menemukan jalan itu. Makin banyak orang yg sampai ke Sorga.

Mari kita menjadi penunjuk jalan yang baik. Yang tulisannya jelas tidak samar samar. Kita adalah surat kristus yang dapat dibaca oleh semua orang melalui tingkah laku kita. (2 Korintus 3:3). Karena itu mari kita jaga sopan santun kita. Kita jaga tingkah laku kita. Ramah kepada semua. Kasih kepada sesama. Dengan begitu orang akan menemukan Kristus Yesus “ jalan” yg benar itu.

Tuhan memberkati.