Jumat, 08 Oktober 2010

RENUNGAN SABTU 9-10-10

RENUNGAN 9-10-10 AMSAL 17:14

MEMULAI PERTENGKARAN ADALAH SEPERTI MEMBUKA JALAN AIR, JADI UNDURLAH SEBELUM PERBANTAHAN MULAI.

Amsal adalah kata kata bijak dalam bentuk sastra yg bertujuan mendidik para pembaca atau pendengar agar menjadi cerdas pandai arif dan bijaksana dalam menjalani hidup. Pencipta amsal adalah seorang raja yang terkenal kebijakannya. Raja Salomo menjadi raja paling bijak karena memperoleh hikmat dari Allah. Allah adalah sumber segala pengetahuan yang baik dan benar.

Dalam nats hari ini, amsal melukiskan suatu keadaan buruk akan bergerak menjadi lebih buruk apabila dibiarkan. Seperti membuka jalan air, dari kecil akan menjadi arus yg dahsyat bisa menghancurkan segala apa yg dilewati. Karena itu keadaan buruk sekecil apapun harus segera dikendalikan. Dalam contoh ini, pertengkaran jangan dibiarkan meningkat jadi perbantahan. Kalau bisa cegah jangan sampai ada pertengkaran.

Sebagai anak anak Allah,kita harus menghindari pertengkaran. Kalau bisa kita cegah jangan timbul pertengkaran. Kita harus hidup dalam kasih. Kasih membuat kita menjadi panjang sabar. Seperti nasehat Rasul Paulus dalam 2 Timotius 2:23 dan 2 Timotius 2:24 a kita harus menghindari pertengkaran. Sebaliknya kita harus ramah kepada semua orang.

Kita membawa suasana damai dalam lingkungan kita masing masing. Kita adalah surat Kristus yang terbuka dan dibaca setiap orang. Dengan hidup damai maka nama Tuhan ditinggikan dan dimuliakan. Hindari pertengkara,ramah kepada semua orang, damai damai damai.

Puji Tuhan Amin.

Kamis, 07 Oktober 2010

RENUNGAN JUMAT 8-10-10

ROM 7:12 :Jadi hukum taurat adalah kudus,dan perintah itu juga kudus,benar dan baik.

Hukum Taurat diberikan oleh Allah melalaui hambaNya Musa ketika bangsa Israel dalam perjalanan keluar dar Mesir menuju” tanah perjanjian “ Kanaan.Hukum ini sangat penting untuk membentengi bangsa ini dari pengaruh agama maupun budaya/tradisi bangsa kafir yang akan mereka temui di kanaan.

Karena Hukum Taurat dan segala perintah itu datang dari Allah yg Mahakudus, Mahabenar, dan Mahabaik,maka pastilah hukum dan perintah itu kudus, benar dan baik. Yang tidak kudus, tidak benar dan tidak baik adalah penafsiran yg dilakukan oleh manusia. Manusia seringkali menafsirkan hukum itu berdasarkan motif dan kepentingan sesaat.

Kita lihat saja seperti kaum Farisi dan ahli Taurat. Mereka sering dikritik oleh Tuhan Yesus karena mereka menafsir hukum itu untuk kepentingan mereka dan merugikan yg lemah. Sampai masa pelayanan Rasul pun hal ini masih terus berlangsung. Masih ada saja yg berusaha menarik “umat percaya” untuk tunduk kepada kungkungan hukum taurat. Bahkan sampai sekarang masih saja ada kelompok seperti itu. Kita harus waspada.

Itu makanya lahir nasehat Rasul Paulus ke Jemaat Rom menegaskan posisi hukum taurat bagi umat percaya yg telah “ditebus” mahal dengan darah Yesus di kayu salib. Karena Tuhan Yesus telah menggenapi hukum taurat dg kedatangannya kedunia sebagai wujud kasih Allah atas manusia, maka manusia telah dimerdekakan dari kutuk taurat. Sudah selesai di bayar di kayu salib.

Tuhan Yesus sendiri telah dengan tegas menyatakan bahwa kedatangannya adalah menggenapi hukum taurat dan segala kitab para nabi.( Mat 5:17-18) dan Lukas 16:16. Tuhan Yesus mengatakan rumusan semua hukum yaitu hukum kasih. Kasihilah Tuhan Allahmu (titah I-IV) dan kasihi sesama manusia (titah V-X).

Bagi umat percaya hukum taurat bukan untuk menyelamatkan, karena sudah selamat oleh Iman kepada Yesus Kristus. Karena sudah selamat , hidup dalam kasih. Ukuran seberapa jauh kita melakukan kasih dalam hidup ,tercermin dari butir butir yg terdapat dalam dasa titah (patik nasampului).(Gal 2:16a dan 3:13a)

Tuhan memberkati.

Rabu, 06 Oktober 2010

RENUNGAN KAMIS 7-10-10

RENUNGAN KAMIS 7=10-10……..1 TESSALONIK 4:4-5

-4.Supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istri sendiri dan hidup dalam pengudusan dan penghormatan.,5.bukan didalam keinginan hawa nafsu, seperti yg dibuat oleh orang orang yg tidak mengenal ALLAH.

Sebelum manusia mengenal (kembali) Allah, sejak jatuh dalam dosa, kehidupan manusia dikuasai oleh hawa nafsu. Nafsu kekuasaan, nafsu harta kekayaan. Nafsu kepuasan sexual. Hubungan sex bebas merajalela dimana-mana. Bahkan perilaku sex menimpang seperti hubungan sex sesama jenis (homosex) sebagaimana dalam kejadian “sodom dan gumora”.

Gaya seperti itu juga terdapat dalam masyarakat Tessalonika. Sebagai jemaat mula-mula yg berada ditengah lingkungan masyarakat yg belum mengenal Allah ,maka jemaat ini rentan akan pengaruh buruk dari lingkungan. Untuk membentengi jemaat yg masih muda ini, maka Rasul Paulus mengirim surat penggembalaan ini.

Menurut Rasul Paulus , agar terhindar dari godaan sex bebas (percabulan), maka setiap lakilaki hendaknya menikah dan hidup kudus. Tidak dikuasi nafsu birahinya lagi. Dan menikah hendaknya hanya dengan satu istri. Karena demikianlah kehendak Allah pencipta, seperti dalam Kej.2:18 . Hal ini ditegaskan pula oleh Tuhan Yesus dalam Mat.19:5-6. Hal serupa juga ditegaskan Rasul Paulus ke jemaat Korint (1 korint:7)

Kondisi masyarakat kita tidak jauh beda dengan masyarakat Tessalonik dalam hal sex. Dimana mana tumbuh bagai jamur penjaja sex (pelacur). Juga masalah hubungan sex sesama jenis seperti lesbian, homo,. Bahkan akhir akhir ini terdengar perilaku sex menimpang lain seperti sodomi, sampai mengorbankan anak anak. (ada yg dibunuh).Disamping praktek polygami.

Firman Tuhan renungan hari ini sangat relevan bagi jemaat kini dan disini. Kita hidup ditengah masyarakat yg heterogen. Heterogen dalam adat istiadat. Heterogen dalam iman kepercayaan. Fasilitas yg lebih memudahkan tindakan sex bebas sangat banyak seperti :hotel,motel,inn dll.

Karena itu agar terhindar dari godaan sex bebas, lakilaki yg dewasa lebih baik menikah dengan seorang perempuan yg dicintai, dan hidup dalam kekudusan. Jauh diri dari risiko tergoda melakukan percabulan,seperti tempat tempat pelacuran. Jauhkan diri dari pergaulan berisiko dg waria.Jauhkan diri dar klabklab malam.

Ini memang tidak mudah ditengah masyarakat majemuk dan post modern ini. Untuk itu banyaklah membaca Firman Tuhan dan mohon pertolongan Roh Kudus agar diberi kekuatan.

Puji Tuhan Halleluyah.

Selasa, 05 Oktober 2010

RENUNGAN RABU 6 OKT 2010

RENUNGAN 6 -10-2010 : KOLOSE :3; 18-19

18-HAI ISTRI-ISTRI,TUNDUKLAH KEPADA SUAMIMU,SEBAGAIMANA SEHARUSNYA DIDALAM TUHAN

19-HAI SUAMI-SUAMI,KASIHILAH ISTRIMU DAN JANGANLAH BERLAKU KASAR TERHADAP DIA.

Ketika jemaat mulamula,termasuk jemaat di Kolose,sisa sisa budaya lama masih melekat. Budaya lama antara lain menyangkut hubungan suami istri. Suami (laki2) pada umumnya menganggap dirinya super, lebih dari istri (perempuan). Istri diperlakukan layaknya “property” yg dapat diperlakukan dg sewenang-wenang. Perlakuan kasar suami jamak ditrima oleh istri.

Dalam rengka penggembalaan kehidupan jemaat supaya seturut Firman Tuhan, surat Rasul Paulus ini dikirim. Paulus mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga Kristen agar seturut Firman Tuhan yaitu dalam kasih. Baik suami maupun istri harus melakukan perannya seperti seharusnya.(kej.2:18). Antara suami dan istri sudah dipersatukan dan jadi satu adanya(mat.19:5-6). Karena itu sifat/tradisi budaya lama harus ditanggalkan dan diganti dg karakter kristiani yaitu hidup dalam kasih mengasihi.

Penundukan istri kepada suami bukan karena istri property atau lebih rendah, tapi karena perannya memang begitu sesuai dg Firman Tuhan. Bukan terpaksa, bukan pura-pura karena Tuhan melihat hati.Tunduk/hormat pada suami adalah karena kasih dalam Kristus, melakukan kehendak Allah. Istri adalah “penolong”yg sepadan bagi suami.

Suami wajib mengasihi istri dan tidak berbuat kasar kepada istri. Karena istri adalah bagian dari diri sendiri, siapakah yg mau menyakiti diri sendiri? Istilah modern istri adalah “belahan jiwa” suami. Belahan jiwa ya haruslah dikasihi. Diayomi, dilindungi, dalam batas wajar “dimanjakan.”

Dalam tradisi lama Batak kondisi nya tidak jauh berbeda dg kondisi di jemaat Kolose.Apalagi istri "dibeli" dg bayar sinamot. Bahkan sampai sekarangpun masih terdapat sisa-sisa dar tradisi itu. Istri diperlakukan tidak seperti seharusnya. Sebaliknya pun istri banyak yg bertindak bukan sebagai penolong, tapi jadi perongrong bagi suami.

Firman Tuhan hari ini, mengingatkan para istri dan para suami agar hidup menjalankan peran masingmasing seturut dg kehendak Allah. Hidup dalam kasih Kristus. Suami dan Istri sudah menjadi satu daging. Kalau yg satu sakit, yg lain pun merasa sakit. Kalau yg satu senang maka yg lainpun merasa senang. Istrri jadilah istri yg cakap (ina soripada) seperti dalam amsal 12:4

Suami, kasihilah istri seperti diri sendiri. Perlakukan istri dg baik. Beri perlindungan dan pengayoman.Istri adalah penolong yg sepadan. Istri tidak lebih rendah. Kasihilah istri seperti Kristus mengasihi jemaatnya. Itulah kehendak Allah.

Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus. Amin amin amin

Senin, 04 Oktober 2010

RENUNGAN 5 OKTOBER 2010

RENUNGAN SELASA 5 OKTOBER 2010, AMSAL 12:4

ISTRI YANG CAKAP ADALAH MAHKOTA SUAMINYA, TETAPI YG MEMBUAT MALU ADALAH SEPERTI PENYAKIT YG MEMBUSUKKAN TULANG SUAMINYA.

Istri sebagai bagian tak terpisahkan dari seorang suami,karena mereka sudah satu daging adanya seperti tertulis dalam Mat 19:5-6. Karena itu peranan seorang istri sangat berpengaruh pada keberhasilan dan kehormatan seorang suami. Sebaliknya dapat juga terjadi karena kelakuan istri seorang suami mengalami kegagalan dan kekurang hormatan di masyarakat.

Istri yang cakap adalah mahkota suaminya. Mahkota adalah lambang kehormatan dan kekuasaan. Seorang raja atau ratu memiliki mahkota. Mahkota dibuat dari bahan bahan yang mahal: emas,berlian dll. Jadi kalau dikatakan mahkota suami berarti lambang kesuksesan dan kehormatan suami dan lebih berharga daripada permata.

Lalu bagaimanakah ciri seorang “ istri yang cakap?” Ciri istri yang cakap dapat kita baca di Amsal 31:10-30, yang intinya: berkelakuan baik, produktif, rajin, pandai mengatur rumahtangga, dan takut akan Tuhan. Istri seperti inilah yang diidamkan seorang suami. Istri seperti ini yang membantu sukses seorang suami. Istri seperti ini yang menaikkan kehormatan seorang suami.(Batak: ina soripada)

Istri seperti apa yang membuat malu suami?. Sudah pasti kebalikan dari ciri istri yg cakap antara lain: kelakuan buruk,malas,tidak pandai mengatur rumahtangga, dan tidak takut akan Tuhan. Istri seperti ini bukan jadi "penolong" bagi suami, tetapi jadi "perongrong". Bukan membantu sukses, tapi membuat gagal. Bukan menaikkan kehormatan, tapi menjatuhkan martabat suami.

Karena itu para istri belajar dan berlakulah menjadi istri yang cakap seperti dalam amsal 31 diatas supaya suami anda berhasil. Dan anda akan memperoleh kasih lebih besar dari suami. Para suami, arahkanlah istri anda agar bertumbuh menjadi seorang istri yg cakap.

Bagi lelaki yg cari pasangan, janganlah memilih berdasarkan kecantikan wjah, tapi pilihlah berdasar karakter(inner beauty) dan takut akan Tuhan. Bagi perempuan siapkanlah dirimu tidak hanya pisik saja, tapi terutama karakter yang baik dan takut akan Tuhan.

PUJI TUHAN.

Minggu, 03 Oktober 2010

RENUNGAN SENEN 4 OKTOBER 2010

E F E S U S 5:33:BAGAIMANAPUN JUGA,BAGI KAMU MASINGMASING BERLAKU:KASIHILAH ISTERIMU SEPERTI DIRIMU SENDIRI DAN ISTERI HENDAKLAH MENGHORMATI SUAMINYA.

Hubungan antar manusia yg paling dekat adalah antara suami dengan isteri.Mereka saling memiliki. Isteri milik suami, dan suami jadi milik istri. Lembaga perkawinan diciptakan oleh Allah Yang Maha Kasih dengan tujuan yg mulia.( kej.2:18”).

Sebagai akibat dosa, maka kemudian kedekatan hubungan suami isteri juga dipakai sebagai peluang untuk saling menyakiti. Suami yg memiliki “power” lebih cenderung menggunakan kelebihannya untuk berlaku sewenangwenang kepada isterinya.Sesuka hati, egois, semau gue.Isteri diperlakukan layaknya properties.Sebaliknya si isteri didalam “kelemahannya” berupaya menggunakan berbagai trik untuk dapat “mengalahkan” suaminya. Jauh dar kasih yang sesungguhnya.

Maka timbullah berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa semua umat manusia. Kekerasan dalam rumah tangga ini, dialami oleh segala warna kulit, ras, suku bangsa dan agama.Juga tidak mengenal waktu, masa zaman. Hingga kinipun kita sering mendengar kasus kekerasan dalam rumah tangga ini.Suami memukul isteri dan sebaliknya. Bahak sampai menghilangkan nyawa. Semua itu terjadi karena ingkarnya manusia atas hakekat hubungan suami isteri yg benar.

Dengan kedatangan Kristus yg adalah Allah menjadi manusia, kondisi ini dipulihkan bagi orang percaya. Yesus menekankan bahwa suami isteri telah menjadi satu daging (mat.19:5-6). Dan Yesus juga mengajarkan bahwa hukum yg utama dan terutama adalah hukum kasih. Salah satu adalah: “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”. Rasul Paulus dalam surat penggembalaanya ke jemaat di efesus pasal 5 menjabarkan lebih lanjut hukum kasih ini serta tujuan perkawwinan semula oleh Allah.

Jika kita mengasihi sesama manusia, apalagi terhadap isteri yg sudah jadi satu daging dengan kita? Adakah manusia normal yg akan menyakitit diri sendiri?Tentu tidak. Manusia normal akan memelihara dengan sebaikbaiknya tubuhnya sendiri agar bersih, sehat, kuat, pokoknya agar ok. Begitulah seharusnya suami memperlakukan isterinya penuh kasih. Panjang sabar. Tidak berbuat kasar. Kalaupun ada kesalahan dimaafkan dan diampuni. Diayomi (jawa) dengan baik. Dianju (batak).

Begitupun si Isteri, wajib hormat kepada suami. Kalau Isteri mengasishi suami pastilah dia juga dengan senang akan hormat kepada suaminya. Kata hormat biasanya dipakai untuk raja, pemimpin, ayah/ibu. Jadi isteri hormatlah pada suami seperti juga hormat pada orangtua. Orang tua melindungi semasa kecil sampai kawin, maka suami melindungi setelah perkawainan. Maka wajar isteri hormat pada pelindungnya. Masa isterri membantah suami? Isteri yg baik akan mendengar suaminya dengan baik. Melayani kebutuhan suami dengan ikhlas dan penuh kasih.

Dengan masingmasing menempatkan diri dalam posisi yg seharusnya, melakasanakan kewajiban sebagaimana Firman Tuhan, maka damai sejahtera Allah akan ada dalam setiap rumah tangga.Suami mengasihi isteri dan isteri menghormati suami.GLORY HALLELUYAH, AMIN AMIN AMIN.